News Peristiwa

Terdampak Pandemi, Pelaku UMKM Malinau Dukung Vaksinasi Covid-19

Para pelaku UMKM Malinau memberikan masker kepada pedagang jamu keliling dan penguguna jalan lainnya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Malinau.
Para pelaku UMKM Malinau memberikan masker kepada pedagang jamu keliling dan pengguna jalan lainnya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Malinau.

Pelangi Utara, MALINAU – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu elemen masyarakat yang paling merasakan dampak Pandemi Covid-19. Bahkan tak jarang, banyak Pelaku UMKM yang harus gulung tikar akibat tak mampu bertahan ditengah gempuran merosotnya pendapatan lantaran sepi peminat.

Kepada PelangiUtara.com, Ketua UMKM Kabupaten Malinau, Sulowati Hadi saat mendengar Vaksinasi Covid-19 di Malinau akan dimulai pada 09 Februari 2021 mendatang, wanita yang akrab disapa Sulau ini menyambut antusias.

Bersama para pelaku UMKM Malinau lainnya, dirinya menyatakan siap mendukung dan mensukseskan program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah, sebagai bentuk upaya bersama membuat UMKM Malinau terus berkarya untuk produktif kembali.

“Harapan ke depannya untuk UMKM di masa pandemi ini tetap konsisten karena kita masuk di era baru atau di era new normal dengan tatanan baru. Dimana kita harus membiasakan diri untuk hidup di era pandemi dengan tetap produktif dan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),” katanya beberapa waktu lalu.

“Artinya kita harus menjaga diri juga dan harus juga menjaga orang lain. Kita juga harus bekerja dengan catatan wajib menggunakan masker, cuci tangan dan selalu membawa hand sanitizer serta menjaga jarak,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya sangat mendukung dan siap mensukseskan vaksinasi Covid-19. Dan dia juga siap untuk divaksin.

“Untuk vaksin saya dukung 100 persen kepada pemerintah, kalau seandainya vaksin itu didatangkan cepat, artinya kita juga bisa sedikit leluasa. Dalam artian bukan berarti setelah vaksin sudah ada kita bebas, tidak. Kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan menjadikan (prokes) budaya kita,” tegas dia.

“Jadi kalau dari saya secara pribadi, saya sangat mendukung dengan adanya program pemerintah melakikan vaksin ke setiap masyarakat Indonesia, meskipun secara bertahap,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda : Pemkot Samarinda Prioritaskan Kebersihan Kemasan Minyak Goreng

Sebab sebagai pelaku UMKM dirinya mau jadi garda terdepan untuk bersama-sama memulihkan ekonomi masyarakat, Malinau, bangsa dan negara.

Pun dirinya menuturkan, sejumlah produk lokal seperti batik dan anyaman tas rotan khas Malinau mengalami penurunan permintaan. Hal itu wajar, karena wisatawan atau tamu yang datang ke Malinau juga berkurang dikarenakan pandemi Covid-19. Kemudian acara-acara juga sudah berkurang dan kalaupun ada dilaksanakan secara terbatas.

Biasanya, pada akhir tahun akan banyak pesanan batik untuk seragam acara Natal dan keluarga-keluarga yang merayakannya, pun hari raya keagamaan lainnya. Namun tahun ini ditegaskannya, permintaan tersebut berkurang dari biasanya.

“Jadi yang terdampak dari (UMKM) Malinau itu tas rotan dan batik. Dan yang paling (merasakan) terdampak, ya! tas rotan,” tuturnya.

Sebagai pelaku UMKM yang berjualan di Arena Prosehat, dia juga kembali menegaskan apa yang disampaikan oleh Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si terkait barang atau makanan yang dijual haruslah berbahan lokal dari Malinau. Sehingga manfaatnya lebih banyak untuk masyarakat Malinau sendiri.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut lantararan perputaran uangnya juga akan kembali ke masyarakat Malinau, khususnya para petani dan pedagang yang ada di pasar-pasar Malinau.

Rabu, (27/1) kemarin sebanyak 2440 vial vaksin Covid-19 sudah tiba di Malinau. Direncanakan pelaksanaan vaksinasi akan dimulai pada 9 Februari 2021 dan yang akan menerima vaksinasi pertama ialah para pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan masyarakat lainnya.

“Hari ini tiba. Kita dapat 2440 vial dan itu kalau dibagi dua berarti 1220 sasaran. Karena kita bagi dua untuk dosis pertama dan dosis kedua. Jadi kalau 2440 ini pasti sudah kebutuhan untuk dua dosis,” terang Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau dr. John Felix Rundupadang, M.Ph, Rabu (27/1) kemarin di Arena Prosehat Pelangi Intimung.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Samarinda Optimis Kota Samarinda Bisa Tingkatkan Lahan Pertanian Sebagai Ekowisata

Untuk pengambilan vaksin dikatakan dr. John, sesuai dengan prosedur tetap, yakni dengan pengawalan dari pihak kepolisian, yaitu Polres Malinau hingga tiba dan disimpan di gudang farmasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau. (PU3)

About the author

pelangiutara

Pelangiutara.com menyajikan berita terbaru seputar Ekonomi, Livestyle, Olahraga, Berita Hangat, Live Streamming, Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

Add Comment

Click here to post a comment